Selasa, 11 Desember 2012

SBY Turun Langsung Ikuti Panen Raya Padi

MADIUN™ Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Ibu Negara Hj Ani Yudhoyono beserta rombongan tiba di Lapangan Udara (Lanud) TNI AU Iswahyudi Madiun, dengan pesawat khusus kepresidenan Boeng 737-800 milik Garuda. orang nomor satu Republik Indonesia ini disambut Gubernur Jawa Timur, Soekarwo, beserta jajaran Forpinda. (11/12).

Tidak berapa lama di Lanud Iswahyudi, Presiden SBY langsung meluncur ke Desa Mlilir, Kecamatan Dolopo untuk menghadiri panen raya padi sekaligus berdialog para petani setempat.

Kunjungan kerja ke daerah tersebut Presiden SBY yang didampingi beberapa kabinetnya seperti Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Mensesneg Sudi Silalahi, Seskab Dipo Alam, Menteri BUMN Dahlan Iskan, Menparekraf Mari Elka Pangestu, Menkop dan UKM Syarief Hasan, Menperin MS Hidayat dan Menko Polhukam Joko Suyanto.

Kemudian sesuai jadwalnya, hasil karya mobil listrik produksi kerja sama PT PLN dengan PT Sarimas, mobil listrik produksi PT Great Asia Link (Grain dan PT Pindad), serta becak tenaga surya (Cakra Hybrid) yang merupakan karya anak SMK PGRI 2 Ponorogo akan langsung ditinjau Presiden SBY dan Ibu Ani Yudhoyono.
Selain itu di Kabupaten Magetan yang menjadi bagian produk unggulan sentra kerajinan kulit dan pusat penggemukan sapi akan menjadi jadwal kunjungan Presiden SBY dalam satu hari ini.

Dalam rangkaian kunjungan Presiden SBY ke Madiun dan Magetan tersebut sesuai informasi dilapangan berkaitan dengan pembahasan pembangunan daerah Jawa Timur secara umumnya. Sementara untuk mengantisipasi gangguan keamanan kunjungan Presiden SBY, Kodam V Brawijaya dan Polda Jatim menerjunkan sebanyak 3.850 personel gabungan.
Mereka terlihat ditempatkan di sepanjang rute yang bakal dilewati Presiden beserta rombongan serta sejumlah lokasi yang dikunjungi.

Dalam siaran persnya, Kapenrem 081 DSJ Madiun, Mayor Inf Budi Yuwono menegaskan, jumlah personel gabungan ini terdiri TNI-Polri ini tidak termasuk dari Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) dan Satpol Pamong Praja (PP) dan Dinas Perhubungan (Dishub).

Kata dia, seluruh petugas dari TNI-Polri yang diterjunkan ditempatkan sesuai prosedur tetap (protap) di mana mereka dibekali peluru tajam. Tidak sebatas itu saja sesuai protap pengaman Presiden akan disiagakan penembak jitu (sniper) yang berada di sekitar Presiden SBY dalam jarak tertentu.


KLA COMMUNITY

Tidak ada komentar:

Posting Komentar