Selasa, 18 Desember 2012

Nekat Dilelang Mepet Tahun Anggaran, Proyek DAK Amburadul

NGAWI™ Amburadulnya sejumlah proyek pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) setingkat SMP dan SMA di wilayah Ngawi membuat geregetan wakil rakyat setempat demikian juga Wakil Bupati Ngawi, Ony Anwar yang kebetulan ikut serta Sidak. Sementara hal ini disinyalir terlalu beraninya melelang pekerjaan mepet pada akhir tahun anggaran.

Sesuai data yang berhasil dihimpun media untuk tahun 2012 yang mendapatkan jatah pembangunan RKB bersumber DAK terdiri 133 SD sebanyak 318 ruang, 48 ruang perpustakaan SD dan 22 sekolah setingkat SMP maupun SMA sebanyak 46 ruang, bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) senilai kurang lebihnya Rp 39 miliar tahun anggaran 2011/2012.

Temuan amburadulnya proyek itu terbukti setelah para anggota Komisi IV DPRD Ngawi yang membidangi insfrastruktur melakukan inspeksi mendadak (sidak) di SMKN I Geneng dan SMPN I Geneng mengaku kecewa berat.

Pasalnya, sewaktu sidak di SMKN I Geneng realisasi fisiknya baru sekitar 40 persen padahal sesuai scedulnya proyek yang dikerjakan oleh CV. Pendopo harus rampung pada 23 Desember mendatang. “Jelas kecewa dengan hasil saat ini, masak pembangunan RKB dengan dua lantai hanya dikasih waktu 60 hari itu kan tidak rasional paling tidak 120 hari minimalnya 90 hari,” ungkap Budi Purwanto, Ketua Komisi IV DPRD Ngawi, Senin (17/12).

Padahal dana yang dipakai untuk pembangunan RKB di SMKN I Geneng tersebut tegas Budi Purwanto tidak main-main dengan total dana yang digelontor senilai Rp.668,9 juta. “Dengan waktu kurang satu minggu lagi itu tidak mungkin akan selesai kalau hanya dikerjakan dengan manual, dan yang kita sayangkan terhadap kontraktor selaku pemenang tender kenapa berani-beraninya meneriwa secedul 60 hari, nah ini ada apa,” ucapnya.

Demikian juga hasil finishing pembangunan RKB SMPN I Geneng yang digarap oleh CV.Ganestya Mega menelan biaya Rp.118 juta dianggap kwalitasnya sangat jelek. Apalagi menurut Budi Purwanto dengan satu RKB terbukti bahan konstruksi untuk kusen jendela dan pintu yang berbahan baku kayu jati hanya asal-asalan.

Sanggahnya, kayu jati yang dipakai tersebut jauh dari specnya dimana terlihat keropos dan beberapa bagian yang berlubang sengaja di tutup dengan dempul kayu dicampur dengan serbuk kayu. “Padahal kita sudah mengingatkan sewaktu menjelang finishing harap hati-hati karena ini menyangkut uang rakyat yang dipakai dalam pembangunanya,” bebernya lagi.

Sementara Wakil Bupati Ngawi, Ony Anwar, dalam menanggapi hasil sidak di kedua sekolah tersebut mengaku kecewa. Janjinya dalam waktu dekat pihaknya akan segera melakukan evaluasi terhadap PPTK maupun kontraktor selaku pemenang tender. “Kenyataanya masih ditemukan adanya keterlambatan progres pengerjaan proyek demikian juga kwalitasnya masih dirasa kurang,” katanya.

Kemudian selaku PPTK, Gunadi Ash Chidiq Kepala Bidang Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan Kabupaten Ngawi, dengan nada enteng ketika menjawab pertanyaan wartawan. Menurutnya hasil sidak yang dilakukan Komisi IV DPRD Ngawi dan Wakil Bupati tersebut belum masuk dimeja kerjanya.

“Jadi apa temuan mereka sampai sekarang belum kita terima,” bantahnya. Menyangkut scedul pengerjaan di SMKN I Geneng, Gunadi Ash Chidiq, memang yang ditawarkan ke pihak rekanan cuma 60 hari. Selain itu menanggapi kwalitas finishing di SMPN I Geneng pihaknya selama ini belum mengkroscek ke lapangan. “Karena ada kerepotan jadi belum sempat melihat dari dekat pembangunan di SMPN I Geneng itu,” kilahnya lagi.


KLA COMMUNITY

Tidak ada komentar:

Posting Komentar