Minggu, 16 Desember 2012

DPC PPP Kabupaten Ngawi Gelar Mukercab II

NGAWI™ Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Ngawi menggelar Musyawarah Kerja Cabang (Mukercab) II di Gedung Pertemuan Notosuman, Ngawi, Minggu (16/12). Mukercab dibuka secara resmi oleh Wakil Sekjen Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP Jawa Timur, Norman Zein Nahdi,SE.

Dalam sambutannya, Ketua DPC PPP Kabupaten Ngawi, Dimas Alfinoor Rahmadi mengatakan, Mukercab II DPC PPP ini di hadiri oleh seluruh pengurus DPC, perwakilan pengurus anak cabang dan perwakilan DPW. “Agenda penting yang dibahas adalah berkaitan dengan Pemilu 2014 yakni kegiatan kita akan difokuskan ke masyarakat secara langsung,” ujar Dimas Alfinoor Rahmadi.

Dimas menambahkan, dalam Mukercab II ini para peserta akan dibekali materi tentang menata manajemen organisasi, kepartaian secara modern, cara efektif merekrut massa, membina kader yang militan dan bagaimana menjadi juru kampanye yang bisa meraih.

Selain itu ketika disinggung mengenai target perolehan suara pada Pemilu 2014, sebagai Ketua DPC PPP dirinya sudah mempersiapkan para bacaleg di masing-masing 6 daerah pemilihan (dapil) yang ada di Kabupaten Ngawi. Namun, juga diakuinya tetap akan mempertahankan perolehan suara yang pernah diraih partainya pada Pemilu 2009 lalu.

Meskipun sesuai penjelasan Dimas Alfinoor Rahmadi pada pemilu lalu partai berlambang Ka’bah tersebut di wilayah Ngawi mengalami penurunan suara dari Pemilu 2004. Dimana saat itu hanya mendapatkan perolehan suara dari 6 dapil sekitar 24 ribu padahal Pemilu 2004 meraup suara 26 ribu. “Meskipun ada penurunan suara namun kalau dilihat pemerataanya pada pemilu lalu cukup baik,” urainya lagi.

Dalam kesempatan yang sama Norman Zein Nahdi.SE, Wakil Sekjen Dewan Pimpinan Wilayah DPW) PPP Jawa Timur mengintruksikan kepada jajaran DPC dalam Mukercab II ini untuk ditekankan pentingnya 4 hal materi pembahasan yakni Struktural partai, Ketokohan, Manuver dan Logistik.

Dalam menanggapi pertanyaan wartawan tentang penilaian hasil dari sebuah lembaga survey yang mengatakan bahwa partai berbasis agama akan mengalami penurunan suara pada pemilu mendatang.

Norman Zein Nahdi, hasil yang dirilis dari lembaga survey tersebut tidak benar adanya dan menurutnya hasil lembaga survei itu di ibaratkan thermometer yang sifatnya hanya sementara. “Untuk di wilayah Jawa Timur sendiri jangan disamakan dengan daerah lain, kita punya kultur sendiri jadi menurut partai kami penilaian itu tidak cukup akurat,” tegasnya.

Hanya saja kritik popularitas partai Islam akan mengalami kemerosotan suara akan dijadikan sebagai bahan evaluasi terhadap partainya untuk memantapkan persiapan Pemilu 2014. “Untuk itu semua kader partai harus all out menjaring aspirasi di masyarakat sehingga pada pemilu mendatang perolehan suara akan maksimal,” pungkasnya.


KLA COMMUNITY

Tidak ada komentar:

Posting Komentar