Kamis, 06 Desember 2012

Deadline Tinggal Tiga Hari Kerja, Proyek PKL Terancam Mangkrak

Rabu, 05 Desember 2012

 

NGAWI™ Jalannya pekerjaan proyek penataan kios Pedagang Kaki Lima (PKL) kawasan Alun-alun Merdeka Ngawi terkesan jalan ditempat. Bagaimana tidak, Deadline pengerjaan tinggal 3 hari kerja, kenyataan justru masih jauh dari kata rampung. Parahnya, lokasi proyek yang tepat didepan mata pusat pemerintahan ini terkesan diumbar saja oleh pihak-pihak terkait.

Seperti yang terpampang pada papan proyek itu akan rampung pada 8 Desember 2012 sesuai jangka waktu pengerjaan 100 hari mulai 31 Desember lalu. Proyek kios PKL yang memakan dana sekitar Rp 793 juta lebih bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) tahun 2012 kondisinya sekarang ini diperkirakan baru mencapai 70 persen.

Pihak Komisi D DPRD Ngawi dalam menanggapi ancaman molornya pengerjaan kios PKL akan bertindak tegas sesuai kewenanganya. “Kalau memang molor dan tidak sesuai dengan jatuh tempo pengerjaanya maka pihak kita akan mempelajari hal tersebut guna mengusulkan untuk memberikan sanksi terhadap rekanan tersebut,” ujar Anas Hamidi, Rabu (5/12).

Kemudian dalam penelusuran media untuk mempertanyakan kapan kios PKL tersebut akan selesai kepada pihak CV.Dwi Karya sebagai rekanan ketika dilokasi namun tanpa tidak ada satupun yang bisa ditemui.

Padahal para pedagang sebelumnya yang menempati kios dikawasan tersebut banyak yang mengharap untuk segera di selesaikan pembangunan kios PKL. Dengan alasan sekarang ini, mereka mengeluhkan kondisi relokasi yang ada kali ini. “ Setiap kali hujan ya kondisinya becek kalau yang ada dibarat alun alun sini,” terang salah satu pedagang yang enggan disebut namanya. Terlebih kata pedagang, melihat dari struktur banguan kios PKL yang sekarang ini atapnya memakai bahan fiber jelas akan mempengaruhi kenyaman para konsumenya. “Kalau jadi fiber atapnya itu seperti apa situasinya dalam musim kemerau pasti panas banget,” imbuhnya lagi.

Sementara Muh. Sadli kabid Kimpraswil DPU Bina Marga Cipta Karya dan Kebersihan (BMCK) Kabupaten Ngawi ketika dihubungi mengaku ada rapat kerja di Yogjakarta. Dan dirinya hanya mengirim pesan singkat yang pada dasarnya proyek kios PKL tersebut akan rampung tepat waktu. Selaiin dirinya hanya mengaku dalam nilai kontrak sampai batas kontruksi rangkanya saja. Untuk atapnya jelas Sadli, diluar dari kewenanganya melainkan bantuan dari koperasi. Anehnya, koperasi mana dan nilainya berapa dari atap yang disebutkan dirinya tidak menjelaskan lagi.


KLA COMMUNITY 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar