Posted Sabtu, 12 Januari 2013 by Admin
klacommunity.blogspot.com - NGAWI™ Pelaku penimbunan BBM diamankan
satuan Reskrim Polres Ngawi di SPBU Desa Tambakromo, Kecamatan Geneng,
empat hari yang lalu. Seperti keterangan yang berhasil dirilis dari
Kasubag Humas Polres Ngawi, AKP Lilik Lestari, satu tersangka, Roitudin
Al Muazam (38), adalah warga Desa Kebon, Kecamatan Paron.
“Penangkapan terhadap pelaku mendasar informasi
dari masyarakat yang saat itu mencurigai adanya dua mobil yang
didalamnya ada puluhan jerigen yang berisi BBM di SPBU Geneng,” ujar AKP
Lilik Lestari, Jum’at (11/1).
Dikatakanya, dari penangkapan tersebut petugas berhasil mengamankan
sedikitnya 27 jerigen berisi 915 liter solar dan 21 jerigen yang masih
kosong.
Pada awal kejadianya AKP Lilik Lestari menyebutkan, sekira pukul 11.00
WIB Aiptu Mujiat bersama 4 anggota Opsnal Reskrim Polres Ngawi melakukan
pengintaian terhadap pelaku sesuai informasi yang didapat dari
masyarakat.
Kemudian menunggu beberapa saat di SPBU tersebut dan langsung mendapati 2
mobil Daihatsu Zebra warna merah bernopol AE 1768 JF dan AE 1263 JJ
yang sedang melakukan pengisian BBM kedalam jerigen yang ditaruh didalam
kedua mobil ini.
Pelaku tidak bisa mengelak saat petugas mencokoknya lantaran tidak bisa
memperlihatkan surat ijin pengangkutan dan tata niaga BBM yang sah.
Urainya lagi, pelaku dalam melakukan penimbunan BBM ini hanya semata untuk mencari keuntungan.
Selain barang bukti berupa puluhan jerigen dan dua mobil Daihatsu Zebra,
petugas juga mengamankan 1 lembar kwitansi bukti pembayaran BBM solar
yang dikeluarkan pihak SPBU.
Dari hasil kejahatan penimbunan BBM ini, Kasubag Humas Polres Ngawi
mengatakan pelaku akan dijerat pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun
2001 tentang Minyak dan Gas Bumi dengan ancaman hukuman penjara enam
tahun.
Sabtu, 12 Januari 2013
Rela Bayar Uang Damai Jutaan Rupiah Dengan Uang Recehan
Posted Sabtu, 12 Januari 2013 by Admin
klacommunity.blogspot.com - NGAWI™ Rumah Suharto(50), ketua RT Dsn Cangakan, Desa Kawu, Kec. Kedunggalar Ngawi, dikepung ratusan warganya guna memberi dukungan moril pada Pasangan suami isti Podo(57)-Jainem(44) saat membayar uang damai sebesar 5,5 Juta karena aksi pemukulannya. Diduga takut masuk bui, dendapun terbayar meski dalam bentuk uang recehan (11/1).
Disinyalir, warga merasa kecewa dengan putusan keluarga Bandi(55)-Lasmi(40), yang tega mengajak damai dengan denda yang cukup lumayan tersebut. Tak pelak makian dari warga terdengar yang sengaja diarahkan kepada pasangan Lasmi dan suaminya.
Sesuai keterangan Jainem menyebutkan sekitar tiga minggu lalu dirinya bentrok dengan Lasmi yang rumahnya bersebelahan. Saat itu dirinya menegur Lasmi agar membersihkan sisa dedaunan yang rontok dipekaranganya setelah salah satu keluarganya Lasmi menebang pohon nangka miliknya.
“Saat saya suruh membersihkan daun dari pohon nangka miliknya yang baru saja ditebang, justru tidak mau dengan alasan mau mengambil raport milik anaknya disekolah,” kata Jainem. Setelah Lasmi pulang bukanya membersihkan daun malah dirinya memukul Jainem dengan sebilah kayu mengenai bagian tangan.
Kontan saja Jainem membela diri dengan mengambil kayu lantas memukul balik ke arah Lasmi dan mengenai wajahnya. Mendapat perlakuan seperti itu Lasmi tidak terima lalu melaporkan kejadian yang baru saja dialaminya ke Polsek Kedunggalar.
Tambahnya, Lasmi menuntut sejumlah uang kepada Jainem pertama kalinya sebesar Rp 10 juta dengan catatan perkaranya bisa damai. Jainem yang keseharianya hanya sebagai pedagang getuk merasa keberatan dengan uang yang dituntut Lasmi ini.
Tawar-menawar uang ganti rugi terjadi akhirnya Jainem dituntut uang senilai Rp5,5 juta oleh Lasmi. Gayung bersambut, Jainem dengan dibantu warga sekitarnya mengumpulkan uang receh pecahan dengan total Rp 5,5 juta dan diserahkan ke Lasmi.
Namun, masyarakat sekitarnya sudah menganggap tuntutan Lasmi ini sudah keterlaluan terlebih dirinya dikenal seringkali berulah merugikan warga sekitar. Maka setelah uang tuntutan tersebut terbayarkan, berakibat Lasmi mendapatkan sanksi dari masyarakat berupa hukum adat.
Sanksi yang dibacakan ketua RT ini pada intinya Lasmi dan Bandi akan dikucilkan dari lingkunganya dari berbagai kegiatan kemasyarakatan.
Sanksi tersebut berbunyi antara lain, apabila ada hajatan ataupun gotong royong keluarga Bandi tidak boleh mengundang masyarakat sekitarnya dan sebaliknya, tidak boleh mencaripakan ternak (ngaret) di pekarangan tetangga, keluarga Bandi tidak diperbolehkan mendatangi tetangga dengan alasan apapun dan apabila ada masyarakat menerima maka sanksinya sama dengan hokum adat yang berlaku di keluarga Bandi, tidak mendapatkan jatah beras sembako dan keikutsertaan dalam kegiatan di lingkungan dinyatakan terputus termasuk urusan dengan RT dan segala macam bentuk arisan.
Dari pengamatan media disaat itu, yang sangat disayangkan tidak nampak satupun petugas kepolisian ataupun perangkat desa setempat untuk meredam emosi warga. Untungnya, ratusan warga sekitar membubarkan diri dengan tertib setelah mendukung proses pembayaran uang tuntutan terhadap Lasmi yang dilakukan Jainem.
klacommunity.blogspot.com - NGAWI™ Rumah Suharto(50), ketua RT Dsn Cangakan, Desa Kawu, Kec. Kedunggalar Ngawi, dikepung ratusan warganya guna memberi dukungan moril pada Pasangan suami isti Podo(57)-Jainem(44) saat membayar uang damai sebesar 5,5 Juta karena aksi pemukulannya. Diduga takut masuk bui, dendapun terbayar meski dalam bentuk uang recehan (11/1).
Disinyalir, warga merasa kecewa dengan putusan keluarga Bandi(55)-Lasmi(40), yang tega mengajak damai dengan denda yang cukup lumayan tersebut. Tak pelak makian dari warga terdengar yang sengaja diarahkan kepada pasangan Lasmi dan suaminya.
Sesuai keterangan Jainem menyebutkan sekitar tiga minggu lalu dirinya bentrok dengan Lasmi yang rumahnya bersebelahan. Saat itu dirinya menegur Lasmi agar membersihkan sisa dedaunan yang rontok dipekaranganya setelah salah satu keluarganya Lasmi menebang pohon nangka miliknya.
“Saat saya suruh membersihkan daun dari pohon nangka miliknya yang baru saja ditebang, justru tidak mau dengan alasan mau mengambil raport milik anaknya disekolah,” kata Jainem. Setelah Lasmi pulang bukanya membersihkan daun malah dirinya memukul Jainem dengan sebilah kayu mengenai bagian tangan.
Kontan saja Jainem membela diri dengan mengambil kayu lantas memukul balik ke arah Lasmi dan mengenai wajahnya. Mendapat perlakuan seperti itu Lasmi tidak terima lalu melaporkan kejadian yang baru saja dialaminya ke Polsek Kedunggalar.
Tambahnya, Lasmi menuntut sejumlah uang kepada Jainem pertama kalinya sebesar Rp 10 juta dengan catatan perkaranya bisa damai. Jainem yang keseharianya hanya sebagai pedagang getuk merasa keberatan dengan uang yang dituntut Lasmi ini.
Tawar-menawar uang ganti rugi terjadi akhirnya Jainem dituntut uang senilai Rp5,5 juta oleh Lasmi. Gayung bersambut, Jainem dengan dibantu warga sekitarnya mengumpulkan uang receh pecahan dengan total Rp 5,5 juta dan diserahkan ke Lasmi.
Namun, masyarakat sekitarnya sudah menganggap tuntutan Lasmi ini sudah keterlaluan terlebih dirinya dikenal seringkali berulah merugikan warga sekitar. Maka setelah uang tuntutan tersebut terbayarkan, berakibat Lasmi mendapatkan sanksi dari masyarakat berupa hukum adat.
Sanksi yang dibacakan ketua RT ini pada intinya Lasmi dan Bandi akan dikucilkan dari lingkunganya dari berbagai kegiatan kemasyarakatan.
Sanksi tersebut berbunyi antara lain, apabila ada hajatan ataupun gotong royong keluarga Bandi tidak boleh mengundang masyarakat sekitarnya dan sebaliknya, tidak boleh mencaripakan ternak (ngaret) di pekarangan tetangga, keluarga Bandi tidak diperbolehkan mendatangi tetangga dengan alasan apapun dan apabila ada masyarakat menerima maka sanksinya sama dengan hokum adat yang berlaku di keluarga Bandi, tidak mendapatkan jatah beras sembako dan keikutsertaan dalam kegiatan di lingkungan dinyatakan terputus termasuk urusan dengan RT dan segala macam bentuk arisan.
Dari pengamatan media disaat itu, yang sangat disayangkan tidak nampak satupun petugas kepolisian ataupun perangkat desa setempat untuk meredam emosi warga. Untungnya, ratusan warga sekitar membubarkan diri dengan tertib setelah mendukung proses pembayaran uang tuntutan terhadap Lasmi yang dilakukan Jainem.
Kenapa Selalu Mengantuk Setelah Makan?
Posted Sabtu, 12 Januari 2013 by Admin
Tanya:
Kenapa ya, saya selalu mengantuk setelah makan? Bahkan setelah sarapan pun saya langsung mengantuk lagi. Benarkah itu tanda diabetes? Usia saya masih 19 tahun dan berat badan saya cukup ideal. Terima kasih.
Irwan
Jawab:
Hai, Irwan.
Apa yang Anda alami ini masih merupakan kondisi normal yang dipicu oleh makanan. Kondisi ini dapat disebabkan oleh dua faktor utama. Pertama, adanya aktivasi sistem saraf tertentu (parasimpatik) karena adanya makanan pada saluran pencernaan yang menyebabkan tubuh berada pada kondisi energi yang rendah. Yang kedua, yaitu adanya perubahan hormonal dan kimiawi dalam tubuh yang berhubungan dengan proses pemecahan makanan menjadi glukosa dan beredar dalam darah.
Mari kita mulai dari yang pertama.
Tubuh memberikan respon terhadap adanya makanan di lambung dan usus dengan mengaktifkan sistem saraf tertentu (parasimpatik) yang berfungsi untuk kegiatan ini. Naiknya aktivitas sistem saraf ini dibarengi dengan penurunan sistem saraf lainnya (simpatik) yang berfungsi untuk kegiatan aktif, mendorong tubuh berada pada suatu kondisi rendah energi dan mengarah ke proses istirahat. Semakin banyak kita makan, semakin tinggi pergeseran kenaikan saraf parasimpatik, sehingga menyebabkan semakin mengantuk.
Yang kedua, erat kaitannya dengan proses hormonal dan kimiawi dalam tubuh.
Ketika makanan dengan indeks glikemik yang tinggi (menyebabkan kenaikan kadar gula darah secara cepat, misalnya gula, kue, roti) kita konsumsi, glukosa akan diserap secara cepat dari saluran pencernaan kemudian dialirkan ke peredaran darah, yang akhirnya akan menyebabkan kenaikan insulin, yang berusaha mempertahankan gula darah pada batas normal. Insulin ini menstimulasi pengambilan asam-asam amino tertentu ke dalam otot, kecuali asam amino jenis triptofan. Triptofan ini nantinya akan digunakan oleh otak dan diubah menjadi serotonin, dan nantinya melatonin. Kenaikan serotonin dan melatonin inilah yang akan menyebabkan rasa kantuk.
Sehingga, pada intinya semua berkaitan dengan seberapa banyak kita makan dan apa saja yang kita makan.
Lantas, apa saja yang dapat dilakukan untuk mengurangi gejala ini? Solusinya sederhana, tapi sering kita lupakan.
- Makan dengan porsi zat gizi yang seimbang: tidak perlu karbohidrat yang berlebih.
- Usahakan makan dalam porsi kecil tapi sering, hindari makan sekaligus dalam porsi besar.
- Kurangi makan dengan kandungan indeks glikemik yang tinggi.
- Jangan lupa untuk berolahraga teratur.
Tanya:
Kenapa ya, saya selalu mengantuk setelah makan? Bahkan setelah sarapan pun saya langsung mengantuk lagi. Benarkah itu tanda diabetes? Usia saya masih 19 tahun dan berat badan saya cukup ideal. Terima kasih.
Irwan
Jawab:
Hai, Irwan.
Apa yang Anda alami ini masih merupakan kondisi normal yang dipicu oleh makanan. Kondisi ini dapat disebabkan oleh dua faktor utama. Pertama, adanya aktivasi sistem saraf tertentu (parasimpatik) karena adanya makanan pada saluran pencernaan yang menyebabkan tubuh berada pada kondisi energi yang rendah. Yang kedua, yaitu adanya perubahan hormonal dan kimiawi dalam tubuh yang berhubungan dengan proses pemecahan makanan menjadi glukosa dan beredar dalam darah.
Mari kita mulai dari yang pertama.
Tubuh memberikan respon terhadap adanya makanan di lambung dan usus dengan mengaktifkan sistem saraf tertentu (parasimpatik) yang berfungsi untuk kegiatan ini. Naiknya aktivitas sistem saraf ini dibarengi dengan penurunan sistem saraf lainnya (simpatik) yang berfungsi untuk kegiatan aktif, mendorong tubuh berada pada suatu kondisi rendah energi dan mengarah ke proses istirahat. Semakin banyak kita makan, semakin tinggi pergeseran kenaikan saraf parasimpatik, sehingga menyebabkan semakin mengantuk.
Yang kedua, erat kaitannya dengan proses hormonal dan kimiawi dalam tubuh.
Ketika makanan dengan indeks glikemik yang tinggi (menyebabkan kenaikan kadar gula darah secara cepat, misalnya gula, kue, roti) kita konsumsi, glukosa akan diserap secara cepat dari saluran pencernaan kemudian dialirkan ke peredaran darah, yang akhirnya akan menyebabkan kenaikan insulin, yang berusaha mempertahankan gula darah pada batas normal. Insulin ini menstimulasi pengambilan asam-asam amino tertentu ke dalam otot, kecuali asam amino jenis triptofan. Triptofan ini nantinya akan digunakan oleh otak dan diubah menjadi serotonin, dan nantinya melatonin. Kenaikan serotonin dan melatonin inilah yang akan menyebabkan rasa kantuk.
Sehingga, pada intinya semua berkaitan dengan seberapa banyak kita makan dan apa saja yang kita makan.
Lantas, apa saja yang dapat dilakukan untuk mengurangi gejala ini? Solusinya sederhana, tapi sering kita lupakan.
- Makan dengan porsi zat gizi yang seimbang: tidak perlu karbohidrat yang berlebih.
- Usahakan makan dalam porsi kecil tapi sering, hindari makan sekaligus dalam porsi besar.
- Kurangi makan dengan kandungan indeks glikemik yang tinggi.
- Jangan lupa untuk berolahraga teratur.
Langganan:
Postingan (Atom)


